Transformasi Pertanian: Sekolah Lapang Tembakau Bapeltanbun di Lombok Utara
Lombok Utara, 19 September 2024 — Tim Widyaiswara dan Penyuluh Bapeltanbun NTB melanjutkan kegiatan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Produksi dan Kualitas Tanaman Tembakau di Kelompoktani Banjar Mundah, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang. Pada sesi pembelajaran keempat ini, para petani diberikan materi penting tentang pemeliharaan tanaman tembakau untuk meningkatkan hasil panen mereka.

Materi yang disampaikan meliputi berbagai teknik pemeliharaan, antara lain:
- Pendangiran/Pembubunan: Peserta diajarkan cara mengemburkan tanah di sekitar tanaman untuk memperbaiki struktur tanah yang mendukung pertumbuhan. Pendangiran dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman tembakau.
- Penyulaman: Teknik ini melibatkan penggantian bibit yang mati atau sakit dengan bibit baru untuk menjaga populasi tanaman. Ditekankan bahwa bibit yang digunakan harus berasal dari satu varietas dan memiliki umur yang sama, serta dilakukan pada tanaman berumur kurang dari 7 hari setelah tanam (hst).
- Pemupukan: Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal saat tanaman berumur 7 hst, menggunakan pupuk NPK dengan dosis satu sendok makan atau sekitar 10 gram per batang tanaman tembakau.
- Pengairan: Pengairan diberikan sebanyak 1-2 liter air per tanaman pada fase awal pertumbuhan, yakni sebelum mencapai umur 7 hst.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktek langsung, di mana peserta menerapkan teknik pendangiran, penyulaman, pemupukan, dan pengairan.

Dengan adanya Sekolah Lapang ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam pemeliharaan tanaman tembakau, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap produksi dan kualitas hasil pertanian di Kabupaten Lombok Utara.
