SOSIALISASI SEKOLAH LAPANG GENTA ORGANIK DI BPP LINGSAR
Rabu, 03 April 2024
Kementerian Pertanian telah meluncurkan Gerakan Tani Pro-Organik (GENTA ORGANIK) sebagai bagian dari dukungan terhadap Sekolah Lapang (SL). Genta Organik adalah gerakan pertanian pro-organik yang mencakup penggunaan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida alami sebagai solusi terhadap masalah biaya pupuk yang tinggi. Gerakan ini mendorong petani untuk memproduksi sendiri pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida alami. Meskipun Genta Organik mendorong penggunaan pupuk organik, bukan berarti penggunaan pupuk anorganik ditinggalkan sepenuhnya. Petani masih boleh menggunakan pupuk kimia, dengan catatan tidak berlebihan dan mengikuti konsep pemupukan berimbang.
Pada tahun 2024, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lingsar Kabupaten Lombok Barat sebagai pelaksana program Sekolah Lapang Genta Organik menyelenggarakan sosialisasi. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Lombok Barat, Koordinator BPP Lingsar, Camat Lingsar, dan Penyuluh Bapeltanbun, bertempat di BPP Lingsar.
BPP Lingsar akan melaksanakan Sekolah Lapang Tematik di Desa Sigerongan dan Karang Bayan dengan 30 peserta dari 10 Kelompok Tani. Kepala Bapeltanbun dalam sosialisasi menyampaikan bahwa Sekolah Lapang Genta Organik merupakan program Kementan untuk mengatasi keterbatasan pupuk anorganik dan mengembalikan kesuburan tanah. Harapannya, Kelompok Tani yang terlibat dapat meningkatkan kapasitas dalam membuat dan menerapkan pupuk organik.

Sekolah Lapang Genta Organik adalah program Kementerian Pertanian yang tersebar di 33 Provinsi, 92 Kabupaten/Kota, dan 920 kelompok tani dengan tujuan meningkatkan kapasitas petani muda, poktan, dan gapoktan dalam menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan produksi padi dan jagung.
Melalui Genta Organik, peran BPP di seluruh Indonesia diharapkan meningkat sebagai model dalam membangun program penyuluhan pertanian dan kelembagaan penyuluhan pertanian. Pertemuan minggu depan akan membahas teknis pelaksanaan lebih lanjut dalam Rembug Tani.
