Sinkronisasi Data Hortikultura NTB 2024: Penekanan pada Pentingnya Data untuk Kebijakan Pertanian
Senin, 2 Desember 2024 – Dalam rangka persiapan pembahasan Angka Sementara (ASEM) Hortikultura 2024 di tingkat nasional, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI bersama Badan Pusat Statistik (BPS) RI mengadakan pertemuan Sinkronisasi Data Hortikultura Tingkat Provinsi. Oleh karena itu Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan pertemuan Sinkronisasi Data Hortikultura Tingkat Provinsi yang diadakan di Hotel Aston, Mataram.

Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian NTB, perwakilan Dinas Pertanian serta BPS dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB (Kadistabun) yang menyampaikan pentingnya pengelolaan data hortikultura sebagai dasar pengambilan kebijakan di sektor pertanian.

“Data itu sangat penting, dengan adanya pencatatan data hortikultura kita dapat mengontrol inflasi dan deflasi di daerah kita. Data ini akan menjadi dasar kebijakan lebih lanjut. Tanpa olah data, produksi kita tidak akan terkontrol,“ ucap Kadistabun NTB.
Pada pertemuan ini, peserta membahas terkiat dengan Laporan Rekapitulasi Kabupaten Statistik Pertanian Hortikultura Sayuran Buah Semusim (RKSPH-SBS) dan Statistik Pertanian Hortikultura Buah Sayuran Tahunan (RKSPH-BST). Selain itu, isu produktivitas di berbagai kabupaten/kota, serta justifikasi naik turunnya luas tanam, panen, dan produktivitas tanaman hortikultura juga menjadi agenda utama.
Kadistabun juga memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota di NTB yang berhasil menyiapkan data berkualitas. “NTB selalu mendapat predikat terbaik skala nasional karena hasil kerja keras bapak ibu di kabupaten/kota,” tambahnya.
Di akhir acara, diumumkan penghargaan untuk Pengelolaan Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) terbaik tingkat Provinsi NTB. Kabupaten Lombok Utara (KLU) meraih peringkat pertama, disusul Lombok Tengah di peringkat kedua, dan Dompu di peringkat ketiga.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan data hortikultura yang akan menjadi landasan bagi kebijakan dan pengembangan sektor pertanian di NTB.
