Berita

Sinergi Literasi Keuangan Syariah dan Pembangunan Pertanian di Wilayah 3T

Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Dukung GENCARKAN: Sinergi Literasi Keuangan Syariah dan Pembangunan Pertanian di Wilayah 3T

Labangka, Sumbawa – 30 Juni 2025

Dalam upaya mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Bank NTB Syariah bersama mitra strategis menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Labangka, Desa Sekokat, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Bidang Hortikultura, Dr. Mahjulan, S.P., M.P., hadir membuka kegiatan secara simbolis sekaligus memberikan sambutan resmi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya integrasi antara edukasi keuangan syariah dan penguatan sektor pertanian di wilayah 3T.

“Peningkatan literasi keuangan bukan hanya menjadi domain sektor perbankan, tetapi memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Ketika petani memahami pengelolaan keuangan yang baik, mereka akan lebih mampu mengelola usaha tani secara produktif dan mandiri,” ujar Dr. Mahjulan.

Tak hanya menyampaikan pesan penting seputar literasi keuangan, Dr. Mahjulan juga memberikan pemaparan tentang potensi dan proyeksi pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Sumbawa. Ia menyoroti perlunya langkah strategis dalam menjaga kesinambungan produksi jagung, mulai dari pemetaan lahan potensial, perbaikan infrastruktur irigasi, hingga perluasan akses terhadap pembiayaan dan teknologi pertanian modern.

Kegiatan GENCARKAN ini menjadi momen strategis yang memperkuat kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi di sektor pertanian berbasis prinsip syariah, sekaligus menciptakan petani-petani yang tangguh, cerdas finansial, dan mandiri.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan di wilayah 3T. Semangat kolaboratif ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan literasi keuangan dengan pembangunan sektor riil secara terpadu dan menyeluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *