Berita

RILIS BPS, Produksi padi  di NTB Naik sebesar 5,89 persen di Bandingkan Produksi Tahun 2022

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis hasil panen padi sepanjang bulan januari hingga desember  tahun 2023 Yang mengalamai kenaikan sebesar 5,89 persen di bandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil Survei KSA, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2023 mencapai sekitar 287,51 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sebesar 17,42 ribu hektare (6,45 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 270,09 ribu hektare. Puncak panen padi pada 2023 selaras dengan 2022 yaitu terjadi pada bulan Maret. Luas panen padi pada Maret 2023 adalah sebesar 73,77 ribu hektare, sedangkan pada Maret 2022 luas panen padi mencapai 84,41 ribu hektare.

Peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2023 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Dompu. Hanya Kota Mataram yang mengalami penurunan produksi. Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2023 adalah Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Lombok Timur. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah yaitu Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram, dan Kota Bima.

Produksi padi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sepanjang Januari hingga Desember 2023 mencapai sekitar 1,54 juta ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 85,59 ribu ton GKG (5,89 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 1,45 juta ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2023 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 410,34 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sekitar 28,76 ribu ton GKG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *