PRAKTIK PENGAMATAN DAYA BERKECAMBAH BENIH TOMAT
Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) saat ini merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi cukup tinggi dan membutuhkan tata cara penanganan yang serius, khususnya dalam peningkatan hasilnya dan kualitas buahnya.





Kemampuan tomat untuk dapat menghasilkan buah sangat tergantung pada interaksi antara pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Faktor lain yang menyebabkan produksi tomat rendah adalah penggunaan pupuk yang belum optimal sertta pola tanam yang belum tepat. Upaya untuk menanggulangi kendala tersebut adalah dengan perbaikan teknik budidaya. yaitu dengan melakukan pemilihan benih tomat yang berkualitas.
Praktik laboratorium yang dilakukan oleh siswa/I SMKPP Negeri Mataram kali ini adalah melihat dan melakukan pengamatan daya berkecambah benih tomat sehingga nantinya dapat melakukan pemilihan terhadap benih tomat yang berkualitas. Praktik kegiatan pengamatan ini dilakukan di Laboratorium PPT oleh siswa/I kelas XII PPT (Pemuliaan dan Perbenihan Tanaman) yang didampingi oleh Guru Mata Pelajaran serta Teknisi Lab.PPT (Senin, 13/02/2023).
Dalam Kegiatan Praktikum ini, pengamatan terhadap Daya Berkecambah benih tomat dilakukan dengan metode TPT (Top of Paper Test) dan BPT (Between of Paper Test). Perlu diketahui, tipe perkecambahan pada benih tomat adalah tipe perkecambahan Epigeal yaitu tipe perkecambahan dimana kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah, karena pertumbuhan hipokotil yang lebih cepat daripada epikotil sehingga kotiledon dapat terangkat ke atas permukaan tanah.
Metode Pengamatan dengan Uji pada kertas (TPT / Top of Paper Test) dilakukan dengan menggunakan substrat kertas merang, kertas stensil, dan kertas tissue yang telah disterilkan dan diatur dalam wadah perkecambahan. Sedangkan metode pengamatan dengan Uji pada Kertas (BPT / Between of Paper Test ) dilakukan dengan menggunakan substrat kertas merang dan kertas stensil yang diberi alas plastic dan semua bahan tersebut telah disterilkan.
Evaluasi kecambah dilakukan terhadap kecambah yang tumbuh dengan kondisi optimal. Kecambah yang dievaluasi terbagi ke dalam 5 kategori berikut :
a. Kecambah Normal. Kecambah dengan pertumbuhan sempurna, ditandai denga kara dan batang yang berkembang baik, jumlah kotiledon sesuai, daun berkembang baik dan berwarna hijau, dan mempunyai tunas pucuk yang baik.
b. Kecambah dengan cacat ringan pada akar, hipokotil / epikotil, kotiledon, daun primer, dan kuleoptil.
c. Kecambah dengan infeksi sekunder tetapi bentuknya masih sempurna.
d. Kecambah Abnormal
e. Kecambah busuk ; ditandai dengan hilang atau rusaknya struktur penting kecambah,
f. Kecambah yang salah pertumbuhannya ; misalnya terpilin ketat, geotrop negative, membentuk spiral, tumbuh di satu sisi saja.
Dari kegiatan praktikum yang dilakukan oleh siswa/I kali ini diharapkan dapat memberi tambahan pengetahuan keilmuwan untuk para siswa khususnya untuk siswa/i PPT kelas XII yang dalam waktu dekat akan meninggalkan sekolah tercinta SMKPP Negeri Mataram. Dimana nantinya pengetahuan seperti ini dapat menjadikan siswa/I kami menjadi orang orang ahli dibidang pertanian yang dapat mengklasifikasikan bagaiamana benih yang berkualitas ketika sudah berada di lapangan.
