PRAKTIK KULTUR JARINGAN ” PENANAMAN PISANG DAN TEBU”
Senin, 10 Juli 2023.
Pagi ini, Siswa SMKPP Negeri Mataram bersama Mahasiswa/i Magang dari dari UNW Mataram melakukan Praktik Kultur Jaringan ” Penanaman Pisang dan Tebu ” di Lab. Kultur Jaringan. Praktik kultur jaringan merupakan metode budidaya tanaman secara aseptik di laboratorium dengan memanfaatkan jaringan tanaman yang telah diisolasi. Praktik ini dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman secara efisien dan menghasilkan bibit yang bebas dari penyakit.

Tujuan dari praktik kultur jaringan “Penanaman Pisang dan Tebu” adalah:
Perbanyakan tanaman secara efisien: Metode kultur jaringan memungkinkan perbanyakan tanaman dalam jumlah yang besar dan relatif singkat waktu. Dengan praktik ini, dapat menghasilkan sejumlah besar bibit tanaman dalam waktu yang relatif singkat.
Pemulihan tanaman yang terinfeksi: Jika tanaman induk terinfeksi penyakit atau memiliki masalah genetik, praktik kultur jaringan dapat digunakan untuk menyelamatkan tanaman tersebut. Dengan mengisolasi dan membersihkan jaringan tanaman, dapat dihasilkan bibit yang bebas dari penyakit atau masalah genetik yang ada.
Produksi bibit unggul: Praktik kultur jaringan memungkinkan produksi bibit yang berkualitas tinggi dengan sifat-sifat yang diinginkan, seperti ketahanan terhadap penyakit, produktivitas yang tinggi, atau karakteristik khusus lainnya. Dengan memilih tanaman induk yang berkualitas dan menggunakan teknik kultur jaringan, dapat menghasilkan bibit dengan kualitas yang diinginkan.
Konservasi keanekaragaman tanaman: Praktik kultur jaringan dapat digunakan untuk melestarikan keanekaragaman tanaman. Tanaman langka atau terancam punah dapat direproduksi melalui kultur jaringan, sehingga dapat menjaga keberlanjutan spesies tersebut.
Penelitian dan pengembangan varietas baru: Praktik kultur jaringan menjadi alat yang penting dalam penelitian dan pengembangan varietas baru tanaman. Dengan teknik ini, dapat melakukan pemuliaan tanaman dengan cara memadukan sifat-sifat yang diinginkan dari berbagai tanaman dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan metode tradisional.
Penghematan ruang: Praktik kultur jaringan memungkinkan penghematan ruang dalam budidaya tanaman. Dalam ruang laboratorium yang relatif kecil, dapat menghasilkan sejumlah besar bibit, sehingga mengurangi kebutuhan akan lahan yang luas.
Pengendalian kualitas dan kebersihan: Praktik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi steril, sehingga dapat mengendalikan kualitas dan kebersihan bibit yang dihasilkan. Bibit yang dihasilkan dari praktik ini diharapkan bebas dari patogen dan kontaminan lainnya.

