Berita

PJ GUBERNUR NTB MENDAMPINGI MENTERI PERTANIAN SAAT KUNKER DI NTB

Kamis, 25 Januari 2024
PJ Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam kegiatan kunjungan kerja  ke Nusa Tenggara Barat dalam rangka GERAKAN AKSELARASI PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN JAGUNG DAN PADI. Dalam kunjungannya Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. melaksanakan penanaman padi di lahan Kelompok Tani Pade Maju Dusun Mengelok Desa Batujai Kec. Praya Barat, Lombok Tengah, bersama Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.

Kegiatan disambi dengan berdiskusi bersama petani terkait permasalahan pertanian yang dirasakan saat ini. Dalam diskusi bersama petani, Menteri Pertanian menanyakan apa yang saat ini dibutuhkan, petani pun yang hadir menyampaikan ingin ketersediaan pupuk serta pompa air. Menteri Pertanian langsung merespon keinginan dan harapan petani tersebut dengan memberikan informasi bahwa Bapak Presiden Ir. Joko Widodo telah menyetujui penambahan anggaran sebesar 14 Triliun untuk pupuk bersubsidi. Jadi petani dan masyarakat dihimbau untuk tidak khawatir akan ketersediaan pupuk.

Acara dilanjutkan di Kantor Bupati Lombok Tengah, yaitu Pertemuan Pembinaan Gerakan Akselesari Peningkatan Produksi Pangan se Pulau Lombok sekaligus bertemu sapa dengan Petani, Penyuluh, POPT, Babinsa dan Distributor/Pengecer pupuk. Kegiatan diawali dengan memberikan bantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk Nusa Tenggara Barat yang diterima langsung oleh Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB dan dari Direktorat Jenderal Hortikultura untuk Nusa Tenggara Barat yang diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB serta bantuan ke Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah.

Pada kesempatan ini PJ Gubernur NTB dalam sambutannya mengharapkan adanya bantuan Pemerintah seperti Traktor, Pembangunan/Rehabilitasi Embung, Jalan Usaha Tani, Pembangunan/Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, Pompa Air, Combine Harvester, selain itu juga mengharapkan adanya tambahan alokasi kekurangan pupuk subsidi untuk petani sesuai Rencana Definitive Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah dibuat dengan harapan NTB akan tetap selalu sebagai daerah Swasembada Pangan.

Menteri Pertanian mengungkapkan Indonesia mengalami dampak El Nino Gorila yang mengakibatkan terjadinya penanaman mundur 2 bulan. Untuk itu Kementerian Pertanian melaksanakan akselarasi peningkatan produksi padi dan jagung guna menjaga ketahanan pangan indonesia. Dalam pertemuan ini petani dan penyuluh yang turut serta hadir mengungkapkan keinginan terkait ketersediaan pupuk, mesin pompa air, serta biaya operasional petugas lapangan yang langsung direspon baik oleh Pak Menteri. Selepas dari Pulau Lombok, Menteri Pertanian langsung bertolak ke Pulau Sumbawa untuk kunjungan kerja selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *