Pertemuan UPTD BBI-P Bahas Capaian dan Pelaksanaan DAK di UPB Se-Nusa Tenggara Barat
6 September 2024 – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Induk Pertanian (BBI-P) Narmada menggelar pertemuan penting pada hari Jumat 6 Sepetmber 2024, yang dihadiri oleh Kepala Balai, Kepala Tata Usaha (KTU), Kepala Seksi (Kasi) Pangan dan Hortikultura, serta staf balai bersama pengawas proyek kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pertemuan ini diadakan di ruang kepala balai UPTD BBI-P Peninjauan Narmada, Desa Peresak, Kabupaten Lombok Barat, dengan tujuan mengevaluasi progres pelaksanaan kegiatan DAK di Unit Pelaksana Benih (UPB) yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara rinci mengenai tugas UPTD BBI-P sebagai penyedia benih sumber tanaman untuk para petani. Selain menjalankan fungsi tersebut, UPTD BBI-P juga bertanggung jawab melaksanakan kegiatan yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diarahkan pada semua Usaha Pertanian Berbadan Hukum (UPB) yang berada di bawah pengelolaan Balai Benih Induk Pertanian (BBI-P) .
Kepala Balai dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan DAK di beberapa UPB sudah menunjukkan hasil yang signifikan. Sebagian besar kegiatan sudah rampung, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian. Ia menegaskan bahwa progres ini menunjukkan adanya upaya maksimal dari seluruh pihak terkait dalam memastikan pelaksanaan DAK berjalan sesuai dengan rencana.
Pada kesempatan yang sama, KTU UPTD BBI-P juga menyampaikan beberapa hal penting terkait sewa lahan dan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Ia menekankan bahwa hal tersebut masih akan melalui pertimbangan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga keputusan akhir mengenai hal ini dapat mendukung pelaksanaan kegiatan DAK dengan lebih efektif.
Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk mengetahui secara detail capaian realisasi kegiatan yang sudah terlaksana di setiap UPB, serta mengevaluasi persentase progres yang telah dicapai. Berdasarkan data yang disampaikan oleh pengawas proyek, rata-rata capaian pelaksanaan DAK di setiap UPB sudah mencapai 50% – 80%. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa pelaksanaan proyek DAK di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya yang berada di bawah naungan UPTD BBI-P, berjalan dengan baik dan terus mendekati target yang telah ditetapkan.
Selain membahas capaian, pertemuan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan yang dibiayai oleh DAK dapat diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Semua pihak yang hadir di pertemuan tersebut berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan memastikan setiap tahapan pelaksanaan proyek berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam kesimpulannya, pertemuan ini menegaskan bahwa UPTD BBI-P akan terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan DAK di setiap UPB dapat mencapai hasil yang maksimal. Dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari Kepala Balai hingga staf lapangan, menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan tujuan program DAK untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat sektor pertanian di Nusa Tenggara Barat
