Berita

Penyuluh Bapeltanbun NTB Adakan Pertemuan dan Monitoring Perluasan Areal Tanam di Kecamatan Sikur

19 September 2024 – Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Penyuluh Badan Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) NTB bersama para penyuluh Kecamatan Sikur melaksanakan pertemuan serta monitoring Perluasan Areal Tanam (PAT) di UPT Pertanian dan Perkebunan (UPTPP) Kecamatan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari PT Bisi yang melakukan sosialisasi terkait program kemitraan dengan para petani di wilayah tersebut.

Agenda ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program PAT serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam peningkatan produktivitas lahan pertanian di Kecamatan Sikur. Selain itu kemitraan antara PT Bisi dan petani dalam produksi bibit hortikultura juga menjadi salah satu topik penting dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Kecamatan Sikur telah menerima bantuan sebanyak 17 unit pompa air melalui Program Pompanisasi. Bantuan ini telah didistribusikan kepada kelompok tani di wilayah Kecamatan Sikur dengan tujuan mendukung kegiatan pertanian, terutama dalam hal pengairan lahan yang selama ini menjadi salah satu kendala utama di daerah tersebut.

Program Perluasan Areal Tanam (PAT) di Kecamatan Sikur sendiri memiliki target pengembangan lahan seluas 85 hektare. Namun hingga Rabu, 19 September 2024 capaian realisasi PAT telah melampaui target yang ditetapkan dengan total luas areal tanam mencapai 128,14 hektare. Bahkan diperkirakan realisasi PAT ini akan terus meningkat karena masih banyak lokasi tanam yang belum tercatat dalam laporan resmi. Dengan kondisi pertanaman yang masih berlangsung, capaian lebih dari 100 persen dari target awal menjadi bukti nyata keberhasilan program tersebut.

Pada kesempatan yang sama, PT Bisi juga melakukan sosialisasi terkait program kemitraan dengan petani lokal di Kecamatan Sikur dalam hal produksi bibit hortikultura. Beberapa komoditas yang menjadi fokus kerjasama ini meliputi ketimun, melon, semangka, terong, cabai besar, dan cabai keriting. Program kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dengan memfasilitasi produksi bibit berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.

Namun terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh petani dalam kemitraan ini, salah satunya adalah isolasi penanaman. Dalam hal ini, petani diminta untuk memastikan tidak ada tanaman sejenis yang dibudidayakan dalam radius minimal 200 meter dari lahan produksi bibit. Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan screen dengan ketinggian minimal 3 meter untuk mencegah kontaminasi silang antar tanaman sejenis.

Monitoring lebih lanjut dilakukan di kelompok tani Hidup Makmur I, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur yang menjadi salah satu penerima manfaat dari program PAT. Target awal untuk kelompok ini adalah 5 hektare, namun realisasi di lapangan menunjukkan capaian yang sangat signifikan dengan total areal tanam mencapai lebih dari 15 hektare. Keberhasilan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program PAT di Kecamatan Sikur sekaligus menunjukkan komitmen kelompok tani dalam mengoptimalkan bantuan yang telah diberikan.

Pemberian bantuan pompa air melalui program pompanisasi terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi para petani di Kecamatan Sikur. Banyak kelompok tani yang sebelumnya hanya bisa mengelola lahan dengan intensitas panen (IP) 2 kali dalam setahun, kini mampu meningkatkan intensitas panen menjadi 3 kali dalam setahun. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi petani karena mereka dapat mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan produksi secara keseluruhan.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak baik dari pemerintah melalui program PAT dan pompanisasi, serta kemitraan dengan perusahaan seperti PT Bisi, petani di Kecamatan Sikur diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Kerjasama yang erat antara petani, penyuluh, serta pihak swasta diharapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Lombok Timur.

Keberhasilan dalam program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain di NTB untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi dan program bantuan yang tersedia, sehingga pertanian dapat menjadi sektor unggulan yang berkelanjutan di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *