Penyuluh Bapeltanbun Menjadi Narasumber KKN IAHN Mataram Dalam Pertanian Organik
Pada hari Minggu, 21 Juli 2024, melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri (IAHN), Penyuluh Pertanian Balai Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ibrahim, SP, berperan sebagai narasumber dalam kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat di Dusun Taman Bali, Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Acara ini mengangkat tema “Optimalisasi Ekonomi dan Kelestarian melalui Pengelolaan Sisa Pemupukan” serta “Pengenalan Sistem Mina Padi terhadap Peningkatan Pendapatan Petani.” Peserta kegiatan ini terdiri dari pemuda tani, wanita tani, dan mahasiswa KKN IAHN Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Ibrahim, SP, menekankan pentingnya pengelolaan pertanian yang ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah melalui Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik). Genta Organik menekankan penggunaan pupuk organik dalam budidaya tanaman. Pupuk organik berasal dari pembusukan bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, sisa makanan, dan limbah hewan. Pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro serta mikroorganisme yang dapat meningkatkan kualitas tanah secara fisik, kimia, dan biologis.

Pada kegiatan tersebut, Ibrahim, SP, juga memberikan pelatihan praktis tentang cara pembuatan pupuk organik padat dari limbah pertanian. Proses ini melibatkan pembusukan bahan-bahan organik yang ada di sekitar pertanian seperti dedaunan kering, jerami, dan kotoran ternak. Selain itu, beliau juga memberikan pelatihan tentang cara membuat pupuk organik cair (POC) dari air lindi. Air lindi adalah cairan yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik dalam ember susun yang diisi dengan limbah rumah tangga. Proses pembuatan ini sederhana dan dapat dilakukan oleh para petani dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Para peserta diajarkan langkah-langkah detail dalam pembuatan pupuk organik ini, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga cara aplikasi pupuk tersebut pada tanaman. Ibrahim menekankan bahwa penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia tetapi juga meningkatkan kesehatan tanah dan tanaman dalam jangka panjang. Selain itu, penggunaan pupuk organik dapat menjadi solusi efektif dalam pengelolaan limbah pertanian dan rumah tangga, sehingga mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Sesi berikutnya dalam kegiatan tersebut direncanakan untuk membahas “Pengenalan Sistem Mina Padi terhadap Peningkatan Pendapatan Petani.” Sistem mina padi merupakan teknik integrasi budidaya padi dengan pemeliharaan ikan dalam satu lahan yang sama. Namun, karena keterbatasan waktu, materi ini akan disampaikan pada kesempatan lain melalui Zoom meeting (online). Sistem mina padi dikenal efektif dalam meningkatkan pendapatan petani karena petani dapat memperoleh hasil dari padi sekaligus ikan dalam satu musim tanam. Teknik ini juga dapat membantu mengendalikan hama secara alami dan meningkatkan efisiensi penggunaan lahan.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para peserta, terutama pemuda tani, wanita tani, dan mahasiswa KKN IAHN Mataram, dengan pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Diharapkan, melalui penerapan teknik-teknik ini, para petani di Desa Sepakek dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ibrahim, SP, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mendampingi para petani dalam mengimplementasikan teknologi pertanian yang inovatif dan berkelanjutan demi kesejahteraan mereka.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para petani dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan sisa pemupukan dan pengenalan sistem mina padi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Para peserta juga diajak untuk terus belajar dan berinovasi dalam mengembangkan pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.
