Berita

PENYULUH BAPELTANBUN DAN BSIP NTB MEMVERIFIKASI CPCL PROGRAM POMPANISASI DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Pada Senin, 05 Agustus 2024, kegiatan irigasi perpompaan menjadi fokus utama dalam upaya memperluas areal tanam di Lombok Tengah. Program ini bertujuan untuk menyediakan air irigasi yang diperlukan untuk percepatan olah tanah, penanaman, dan peningkatan produksi di lahan tadah hujan serta daerah rawan kekeringan. Dengan memanfaatkan sumber air dari permukaan dan tanah, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

Menindaklanjuti instruksi dari Prof. Dr. Dedy Nursyamsi, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian untuk Program Pompanisasi Wilayah 3 (Kalimantan, Bali, NTB), penyuluh Bapeltanbun dan BSIP NTB melakukan verifikasi dan validasi data CPCL (Calon Penerima Capaian Layanan). Dalam usulan CPCL, Dinas Pertanian Lombok Tengah mengajukan 150 unit pompa air untuk mengairi lahan PAT (Peta Areal Tanam) seluas antara 750 hingga 1000 hektar. Verifikasi ini bertujuan memastikan data yang akurat dan mendukung efektivitas program.

Fokus dari Program Perluasan Areal Tanam Kementerian Pertanian Tahun 2024 mencakup tiga area utama: optimasi lahan rawa, pompanisasi sawah hujan, dan penanaman sisip padi gogo di lahan perkebunan. Tim satgas Loteng yang melakukan verifikasi data CPCL ke beberapa Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Lombok Tengah melaporkan berbagai penyesuaian dan perubahan dalam data usulan, termasuk perbedaan data di BPP Batukliang, penambahan pompa di BPP Pringgarata, dan penyesuaian usulan di BPP Praya Barat.

Beberapa BPP lainnya juga melaporkan perubahan terkait pompa, seperti BPP Praya Timur yang tidak dapat menerima pompa karena kondisi tanaman yang sedang menanam tembakau dan BPP Prabardaya yang menghapus satu pompa karena sudah diterima. BPP lainnya, seperti Pujut dan BKU, tidak mengalami perubahan data, sementara BPP Praya menambahkan dua pompa untuk sementara. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program irigasi perpompaan dapat mendukung perluasan areal tanam secara efektif dan berkelanjutan di Lombok Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *