Berita

Penyiapan bahan tanam secara generatif untuk tanaman adenium bersama kelas XII ATPH SMKPP Negeri Bima

Bahan tanam adalah bagian tanaman yang akan ditanam, dapat berupa biji/benih, potongan batang (stek), atau belahan rumpun. Bagian yang dapat dijadikan bahan tanam tergantung pada jenis dari tanamananya bisa berupa daun, ranting, cabang batang, akar, buah dan biji. Bahan tanam dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu generative dan vegetatif.

Kelompok generative adalah bagian tanaman yang diperoleh dari peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina atau melalui proses perkawinan yang biasa disebut biji. Sedangkan kelompok vegetatif adalah bagian tanaman yang dapat ditanam yang bukan dari biji, seperti : stek, cangkok, okulasi, enten, anakan tunas dan kultur jaringan.

Dalam kegiatan prakteknya kali ini SMKPP Negeri Bima melalui jurusannya agribisnis tanaman pangan dan hortikultura (ATPH) melakukan Penyiapan bahan tanam untuk tanaman adenium yang dilaksanakan oleh kelas XII ATPH SMKPP Negeri Bima. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pra-PKL yang dilaksanakan oleh SMKPP Negeri Bima dalam mempersiapkan siswanya dalam pelaksanaan PKL yang akan dilaksanakan oleh kelas XII.

Tanaman hias bunga adenium atau dikenal dengan kamboja jepang telah banyak berkembang dipasaran akibat semakin banyaknya jenis baru yang menghasilkan variasi warna. Hal tersebut dapat diperoleh dengan adanya perbanyakan yang dilakukan pada tanaman hias adenium. Dalam aktifitas prakteknya siswa ATPH SMKPP Negeri Bima melakukan penyiapan bahan tanam adenium secara generatif diamana akan dilakukan perbanyakan melalui biji.

Hal yang perlu diperhatikan dalam perbanyakan secara generative (persilangan) adalah anakan yang dihasilkan akan berbeda dengan induknya. Hal itu disebabkan adanya kemungkinan terjadi penyimpangan sifat tanaman hias karena mutasi genetic. Selain itu perbanykaan tanaman hias dengan biji memiliki waktu yang realtif lebih lama untuk berbunga.

Perbentukan buah dan biji hanya terjadi jika ada penyerbukan saja sementara tidak semua bunga bunga mengalami penyerbukan. Namun, kekurangan tersebut perbanyakan secara generative masih bisa diperhitungkan jika melihat jumlah tanaman hias baru yang dihasilkan berjumlah sangat banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *