Berita

Pengelolaan Limbah Organik dan Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Perkebunan

Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BP2TP) Prov. NTB yang diwaliki Oleh Tim Proteksi Memenuhi Undangan kerjasama dari mahasiswa KKN-UNRAM mengadakan sosialisasi mengenai Pengelolaan Limbah Organik dan Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Perkebunan kepada petani Pekebun di Desa Kekait kecamatan Gunung sari Kabupaten Lombok Barat.

Sosialisasi dipimpin oleh Lalu M. Hizam Algifari selaku ketua kelompok KKN sekaligus penanggungjawab dalam kegiatan ini dan dihadiri oleh Tim Proteksi BP2TP Selaku Pemateri, Kepala Resot Malimbu Bapak Ramli S. Hut, Tim dari Agro Zym, Ketua Gapoktan Maju Lestari, serta Perwakilan dari 11 Kelompok Tani Perkebunan yang ada di desa Kekait.

Sosialisasi dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan sampah dedaunan dan bahan-bahan yang ada disekitar kita untuk diolah menjadi pupuk organik dan Meningkatkan Pengetahuan Petani tentang jenis-jenis Hama maupun Penyakit Yang menyerang Tanaman Perkebunan Mereka. Kegiatan Ini dimulai dengan Sambutan Ketua Kelompok KKN Unram dan Kepala Resort Malimbu kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Ir. Komang Marta Aryana dan Ria Nurmaya Sari Terkait dengan Pembuatan Limbah Organik dan Jenis-Jenis hama Penting Tanaman Perkebunan.

Selain Mengadakan sosialisasi juga diadakan demo langsung pembuatan Pupuk Organik yang dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi petani di kebun mereka.

Permasalahan yang muncul terkait dengan banyaknya buah durian yang tampak sehat dari kulit luar akan tetapi pada saat dibelah ternyata busuk dan ada ulatnya dijawab oleh tim dari Bp2TP bahwa itu adalah serangan lalat buah pada yang sudah menyerang sejak buah durian masih berukuran kecil lalat buah meletakkan telur dipermukaaan buah duren kemudian telur menetas dan menjadi ulat kemudian menggerek kedalam buah durian dan hidup berkembang didalam.

Langkah untuk mengantisipasi yaitu dengan meletakkan petrogenol sebagai hormon perangsang untuk perangkap lalat buah betina serta melakukan sanitasi dan pemangkasan secara rutin serta menjaga kebersihan kebun.

Pembuatan Pupuk Organik Menggunakan bahan-bahan EM4, pupuk kandang, dedaunan hijau dicacah kecil-kecil, dedak halus, dan sekam. Semua bahan dicampurkan menjadi satu kemudian disiramkan dengan EM4 yang sudah dilarutkan di Air secara merata. Setalah itu dimasukkan ke dalam karung kemudian difermentasi selama 10-14 hari.

Pembuatan pupuk organik tentunya mudah. Hanya dengan memanfaatkan limbah yang ada disekitar kita Kegiatan sosialisasi dan pembuatan pupuk organik dapat dilakukan oleh siapa saja, baik mahasiswa maupun masyarakat umum. Besar harapan dengan adanya kegiatan ini petani pekebun lebih menjaga kesehatan dan kesuuran tanaman dan lahan perkebunan mereka agar dapat mengurangi serangan hama dan penyakit sehingga hasil panen bisa meningkat.

(Sumber Berita : Ria Nurmaya Sari, SP dan Ir. I Komang Marta Aryana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *