Pengamatan Perkembangan Jamur Trichoderma, sp Setelah 10 Hari Inkubasi
Jumat, 24 Februari 2023, Tim Proteksi Tanaman Perkebunan BP2TP melakukan pengamatan perkembangan perbanyakan Jamur Trichoderma, sp setalah 10 hari masa inkubasi di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman perkebunan di Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan di Tibupiling Narmada Lombok Barat.



Perbanyakan Agen Pengendali Hayati dilakukan dengan menggunakan media jagung. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk tetap menjaga ketersediaan Stok APH di Laboratorium hama penyakit di BP2TP. Jamur Trichoderma adalah agen pengendali hayati yang digunakan untuk mengendalikan penyakit pada tanaman.
Adapun Langkah pembuatannya yaitu :
1. Mencuci beras dan jagung kemudian direndam selama 24 jam
2. Beras dicuci kembali kemudian ditiriskan setengah kering
3. Memasukkan air secukupnya pada panci hingga mendidih, kemudian memasukkan beras dan jagung dalam panci dengan pembatas saringan kain, hal ini bertujuan supaya beras jagung tidak tercampur dengan air secara langsung.
4. Tiriskan beras jagung setengah matang, kemudian dinginkan beberapa menit
5. Membuat kemasan dan label untuk tempat media tumbuh jamur
6. Memasukkan beras jagung dalam kemasan
7. Melakukan inokulasi dari starter Trichoderma ke media yang sudah disiapkan
8. Kemudian diberikan label tanggal pembuatan APH
9. Mengamati perkembangan pertumbuhan jamur Trichoderma selama 10 Hari.
Dalam proses perkembangannya, cendawan ini memiliki ciri-ciri berwarna hijau tua agak kebiru-biruan, selain itu aroma yang dikeluarkan apabila sudah terjadi perkembangbiakkan secara sempurna yaitu berbau khas jamur.
