Berita

PEMBUKAAN SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU, GIAT WIDYAISWARA DAN PENYULUH BAPELTANBUN KE KABUPATEN LOMBOK UTARA

Lombok Utara, 6 September 2024 — Tim Narasumber Widyaswara dan Penyuluh dari Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) NTB menghadiri pembukaan Sekolah Lapang (SL) untuk peningkatan produksi dan kualitas tanaman tembakau yang diselenggarakan di Kelompok Tani Subak Bedugul, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara Tresnahadi, S.Pt, beserta jajaran, Camat Gangga, Kepala Desa Rempek dan beberapa tokoh penting lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi petani tembakau dalam rangka meningkatkan kualitas dan produksi tanaman tembakau di Lombok Utara. Dalam sambutannya, Tresnahadi menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan pertanian di KLU tidak hanya berfokus pada komoditas unggulan daerah, tetapi juga pada tembakau. Ia menekankan bahwa tanaman tembakau memiliki potensi untuk menciptakan industri rumah tangga yang dapat mendongkrak perekonomian petani setempat.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpas) dan Penyuluh DKP3 KLU juga menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan Sekolah Lapang kelima yang diadakan di Kecamatan Gangga. Selain petani kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha dan teknis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan sektor tembakau di daerah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Pada kesempatan ini, tim narasumber dari Bapeltanbun NTB juga melakukan pre-test dan kontrak belajar sebagai langkah awal sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Langkah ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan awal peserta dan membangun komitmen bersama dalam mengikuti proses pembelajaran. Peserta dan panitia sepakat untuk mengadakan pertemuan pembelajaran setiap hari Rabu selama 12 kali pertemuan.

Jumlah peserta Sekolah Lapang ini mencapai 35 orang yang terdiri dari petani, pelaku usaha, dan teknis di Kecamatan Gangga. Dalam kegiatan ini, para peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman tembakau, mulai dari teknik penanaman, perawatan, hingga panen yang berkualitas. Para petani diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas tembakau.

Dengan diadakannya Sekolah Lapang ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang baik antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha dalam rangka meningkatkan daya saing tembakau lokal di pasar nasional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *