Pembuatan Biosaka di Kelompok Tani Mulie Jati Desa Narmada Lombok Barat.
Kamis, 13 Juli 2023.
Kegiatan penyuluh terus gencar mensosialisasikan, memperkenalkan dan mengaplikasikan Biosaka ke petani, penyuluh dan masyarakat sebagai salah satu bentuk inovasi di dunia pertanian yang pertama kali di ditemukan oleh Pak Anshar dari Blitar.
Biosaka terdiri dari suku kata Bio dan Saka, Bio yang artinya hidup dan Saka singkatan dari selamatkan alam kembali ke alam adalah inovasi yang telah dikembangkan oleh petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam serta untuk pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pada kesempatan hari ini penyuluh bapeltanbun melaksanakan pendampingan dan praktik langsung pembuatan Biosaka bertempat di Kelompoktani Mulie Jati, Dusun Batu Kantar, Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Lombok Barat yang dihadiri oleh Kepala Desa Narmada, Penyuluh BPP Narmada, POPT dan petani. Awalnya ketua kelompoktani Mulie Jati mengungkapkan rasa penasaran dan ingin mempelajari apa itu Biosaka setelah melihat dari Youtube, sehingga melalui Penyuluh memfasilitasi bagaimana pembuatan Biosaka ke Kelompoktani Mulie Jati yang jumlah anggota aktifnya sebanyak 28 orang.
Selama pemaparan materi Biosaka terlihat direspon baik dan antusias dari petani saat mendengarkan pemaparan dari penyuluh Bapeltanbun terkait apa itu Biosaka, bagaimana cara membuatnya, cara pengaplikasikannya serta manfaatnya, yang diselingi dengan sesi tanya jawab.

Dalam pembuatan Biosaka ini harus memperhatikan beberapa hal yaitu;
1. Pemilihan rumput/tumbuhan yang sehat bebas dari penyakit dan hama dengan minimal 5 jenis yang berbeda.
2. Rumput/tanaman dimasukan ke ember dengan air sekitar 5 liter air bersih dan di remas remas dengan perasaan santai dan bahagia sampai air berwarna sinergi menyatu atau homogen.
3. Selama peremasan tidak boleh berhenti atau digantikan orang lain sampai homogen.
4. Setelah larutan Biosaka sudah selesai peremasan kemudian di saring dan di simpan dalam botol.
Pengaplikasian Biosaka dapat dilakukan setelah selesei pembuatan menggunakan spreyer, dengan cara posisi nozzle menghadap ke atas sekitar 1 meter diatas tanaman, nozzle diatur menghasilkan drif seperti kabut, aplikasi juga melihat arah angin sehingga penyebaran partikel larutan mengarah pada daun tanaman sasaran secara merata.
Dosis aplikasi untuk tanaman padi yaitu 40 ml per 15 liter air alat semprot. peserta yang hadir tak lupa membawa hasil Biosaka yang telah dibuat untuk diaplikasikan di lahan masing masing.
Terakhir, petani mengharapkan adanya pendampingan selanjutnya mengenai Biosaka dan sharing pengalaman ke petani lainnya yang telah menggunakan Biosaka dalam budidaya padi mereka.

