KURSUS TANI SEKOLAH LAPANG PERTANIAN RENDAH KARBON DI BPP RABA KOTA BIMA
Kegiatan Kursus Tani Sekolah Lapang (SL) petani dalam mendukung pertanian rendah karbon kegiatan pelaksanaan penyuluhan dan pemberdayaan petani Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan di tanggal 17 – 20 Maret 2025 bertempat di BPP Raba, Kota Bima
Kursus tani dibuka langsung oleh kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Bima bersama Koordinator BPP Raba, Penyuluh BAPELTANBUN NTB dan Penyuluh Kecamatan Raba, dan Penyuluh Kota Bima. Sebelum memulai pembelajaran dilaksakanakan pretest untuk mengetahui kemampuan awal 30 orang peserta sebelum menerima pembelajaran.
Rekomendasi Badan Litbang Pertanian melalui BSIP Lingkungan Pertanian Penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) dalam mendukung Pertanian Rendah Karbon khususnya pada komoditi padi dilakukan melalui paket teknologi yang meliputi (a). Teknologi hemat air (AWD/Intermittten/Macak-macak); (b). Varietas Unggul Adaptif Cekaman (c). Pemupukan Berimbang melalui Penggunaan PUTS/ PUTR; (d). Pembuatan /penggunaan pupuk organik (Pupuk Organik, Pengkomposan Insitu); (e). Teknologi Jajar Legowo; (f). Pengendalian OPT Ramah Lingkungan/PHT (Pembuatan/ penerapan pestisida nabati)
Sistem pembelajaran dibagi menjadi 2 sesi yaitu penyampaian materi teori dan praktik
Pembelajaran kursus tani pada Senin, tanggal 17 Maret 2025 tentang materi Teknologi Climate Smart Agriculture dan Penggunaan Varietas Unggul Benih melalui seleksi benih padi dilanjutkan praktik yang disampaikan oleh Penyuluh Bapeltanbun.
Pembelajaran kursus tani pada selasa, 18 Maret 2025 tentang materi Sistem Jajar Logowo secara teori dan Pupuk Organik Padat dilanjutkan praktik yang disampaikan oleh Penyuluh Bapeltanbun dan Penyuluh Kota Bima
Pembelajaran pada Rabu, 19 Maret 2025 adalah pengelolaan Hama Terpadu dan Pembuatan Biopestida langsung menggunakan bahan disekitar lingkungan sekitar yang disampaikan oleh tim Bapeltanbun.
Pembelajaran pada Kamis, tanggal 20 Maret 2025. Sistem pembelajaran masih sama seperti sebelumnya yaitu penyampaian teori kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan dan simulasi pengairan dengan metode alternate Wetting and Drying (AWD).
Setelah proses pembelajaran berakhir selanjutnya dilakukan posttest dan kegiatan ditutup oleh Kabid penyuluhan didampingi Koordinator BPP Raba. dalam acara penutupan disampaikan harapan kepada para peserta untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama 4 hari dilahan masing-masing kelompok tani.



