KOORDINASI PENYULUH BAPELTANBUN DAN BSIP NTB TERKAIT PERLUASAN AREAL TANAM DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Pada Rabu, 28 Agustus 2024, penyuluh Bapeltanbun Provinsi NTB wilayah binaan Kabupaten Lombok Utara melaksanakan temu koordinasi di UPT DKP3 Kecamatan Pemenang. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala UPTD, Koordinator dan penyuluh Kecamatan Pemenang, serta tim dari BSIP NTB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merencanakan realisasi program pertanian di wilayah tersebut, terutama terkait Perluasan Areal Tanam (PAT).

Hasil koordinasi menunjukkan bahwa hingga saat ini realisasi PAT di Kecamatan Pemenang telah mencapai 14 hektar. Angka ini diperkirakan akan meningkat pada bulan September mendatang seiring dengan dimulainya musim tanam. Koordinasi juga dilakukan untuk mengecek potensi tambahan PAT di kelompok tani Orong Tutul di Desa Pemenang Barat, yang memiliki potensi perluasan seluas 10 hektar dari total 20,86 hektar lahan kelompok. Sementara itu, kelompok tani Tunas Terima di Desa Pemenang Timur dengan luas lahan sekitar 92 hektar masih digunakan untuk menanam jagung, tembakau, dan tanaman hortikultura.

Selain itu, kelompok tani lainnya seperti Mur Lembain dan Sehati juga menunjukkan potensi PAT. Kelompok tani Mur Lembain memiliki luas lahan 5 hektar, dengan setengahnya berpotensi untuk PAT. Demikian pula dengan kelompok tani Sehati yang memiliki lahan seluas 20,26 hektar, di mana setengahnya dapat digunakan untuk PAT. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di wilayah Kecamatan Pemenang dan mendukung ketahanan pangan lokal.

Dalam pertemuan tersebut, dilakukan juga monitoring terhadap demplot Genta Organik. Dari 10 lokasi lahan demplot, tujuh di antaranya telah berhasil panen. Tiga lokasi yang masih menunggu waktu panen berada di kelompok tani Tunas Makbul Desa Pemenang Timur, Montong Rembige Desa Pemenang Barat, dan Sumur Gedong Desa Menggala. Diharapkan panen di tiga lokasi ini dapat dilakukan dalam waktu dekat, sehingga hasilnya dapat segera dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian organik di wilayah tersebut.
