Evaluasi Kebun Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih di Desa Korleko Selatan, Kabupaten Lombok Timur
Lombok Timur, 3 Juni 2024 – Tim Pengawas Benih Tanaman (PBT) Perkebunan Provinsi NTB telah melaksanakan pemeriksaan pendahuluan untuk evaluasi kebun blok penghasil tinggi dan pohon induk terpilih kelapa di Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Langkah ini dilakukan untuk menjaga mutu benih kelapa yang dihasilkan serta memastikan ketersediaan benih secara berkelanjutan di wilayah tersebut.
Evaluasi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa melalui dua metode perbanyakan benih: konvensional dan nonkonvensional. Produksi benih secara konvensional, yang masih umum digunakan di NTB, melibatkan perbanyakan benih dalam bentuk butiran. Sedangkan produksi benih secara nonkonvensional menggunakan teknik kultur jaringan.

Ketua tim PBT Perkebunan Provinsi NTB, Ibu Rina Susanti, menjelaskan bahwa pemeriksaan pendahuluan ini mencakup beberapa aspek penting:
- Populasi Tanaman: Memeriksa jumlah tanaman kelapa yang ada di kebun blok penghasil tinggi untuk memastikan keseragaman dan kepadatan populasi yang sesuai standar.
- Kelayakan Kebun: Menilai kondisi fisik kebun, termasuk tanah, pengairan, dan pemeliharaan tanaman, untuk memastikan kebun tersebut layak sebagai sumber produksi benih.
“Proses evaluasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebun blok penghasil tinggi dan pohon induk terpilih memiliki kualitas yang memenuhi syarat untuk menghasilkan benih unggul. Dengan demikian, kita dapat mendukung kebutuhan benih kelapa yang terus meningkat di NTB,” ujar Ibu Rina Susanti.
Pemeriksaan pendahuluan ini merupakan tahap awal sebelum dilakukan proses sertifikasi lebih lanjut. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan kebun blok penghasil tinggi dan pohon induk terpilih di Desa Korleko Selatan dapat terus berkontribusi dalam menyediakan benih kelapa berkualitas tinggi, baik melalui metode konvensional maupun nonkonvensional.
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah perbaikan dan pengembangan lebih lanjut guna meningkatkan kualitas dan produktivitas kelapa di Kabupaten Lombok Timur.
