Evaluasi Calon Kebun Induk Kelapa Genjah Raja
Tanaman kelapa terdiri dari dua tipe, yaitu kelapa dalam dan kelapa Genjah. Perbedaan yang signifikan antara kelapa dalam dan kelapa genjah yaitu pada kecepatan berbuah, tinggi tanaman, dan ukuran serta jumlah buah. Kelapa genjah lebih cepat berbuah, tinggi pohon lebih rendah dibandingkan dengan kelapa dalam, serta memilik jumlah buah per pohon per tahun lebih banyak walaupun dari segi ukuran buah kelapa dalam lebih besar.
Salah satu jenis kelapa genjah yang sudah dilepas adalah kelapa Genjah Raja. Berdasarkan SK Mentan Nomor: 526/Kpts/SR.120/9/2006, Kelapa Genjah ini berasal dari Maluku Utara dan memiliki keunggulan antara lain potensi buah per pohon per tahun dapat mencapai 70 sampai dengan 120 buah dan berat daging buah dapat mencapai 167 gram dengan kadar minyak mencapai 66%.

Tanaman Kelapa Genjah Raja ini mulai panen pada umur 4 tahun. Salah satu produsen benih Kelapa Genjah Raja adalah Balai Penelitian Tanaman Palma Manado.
Guna memperbanyak koleksi plasma nutfah yang ada di Provinsi NTB, Balai Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan melakukan pembangunan Kebun Induk Kelapa Genjah Raja di Desa Steling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Lahan seluas 2 Ha tersebut telah ditanami bibit kelapa Genjah Raja yang telah lolos sertifikasi.

Pada hari Senin, 26 Juni 2023 tim Pengawas Benih Tanaman BPSB Perkebunan melakukan Evaluasi Calon Kebun Induk Kelapa Genjah Raja guna memastikan apalah lokasi penanaman telah memenuhi syarat untuk dijadikan kebun induk. Pemeriksaan dilakukan terhadap prosedur penanaman, jarak tanam, serta populasi tanaman.
Selengkapnya di https://distanbun.ntbprov.go.id/
