Berita

DPD RI Dapil NTB Berkunjung Ke Distanbun NTB

Dewan Perwakilan Daerah RI Dapil NTB bapak Ir. H. Achmad Sukisman Azmy, M. Hum/B-70 berkunjung ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB dalam rangka Kunjungan Kerja sehubungan dengan kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah. (Selasa, 1/8/2023)

Kepala Dinas yang didampingi oleh Sekretaris Dinas, Kepala Bidang dan Kepala UPTD lingkup Distanbun NTB menerima rombongan di Ruang Rapat Kepala Dinas. Adapun Pembahasan dalam pertemuan hari ini terkait menggali permasalahan-permasalahan pada bidang pertanian yang ada di daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, bapak Muhammad Taufieq Hidayat, S.Sos., M.T. mengawali diskusi pagi ini dengan mengucapkan, “ terima kasih kepada bapak DPD RI yang telah berkesempatan berkunjung ke Dinas kami yang ke-2 kalinya, selanjutnya kami akan menyampaikan kepada bapak apa saja yang menjadi pemikiran kami selama ini sebagai bahan bapak untuk menyampaikan ke Pusat sehingga NTB kedepannya dari sektor pertanian mampu menyumbang kontribusi Positif menuju NTB yang gemilang”. Pungkas beliau.

Dengan berbagai isu permasalahan di Lapangan menjadi catatan penting yang harus segera dituntaskan, setidaknya dapat direspon dengan cepat walaupun dengan berbagai kendala yang dihadapi.

Isu kelangkaan pupuk menjadi bahan perbincangan yang hangat pada saat ini, Bapak Ir. H. Achmad Sukisman Azmy, M. Hum/B-70 menceritakan saat berkunjung dibeberapa titik lokasi di petani, “harga pupuk dibeberapa wilayah sangat beragam, tidak lagi petani berbicara subsidi maupun non subsidi yang terpenting adalah pupuk itu masih ada dirasakan para petani, contoh kecil saja ditemukan harga pupuk di kabupaten Lombok Timur dengan kisaran 600 ribu, Lombok Tengah 800 ribu dan di Lombok Barat dengan harga 1.2 Juta, dengan kondisi seperti ini menyatakan bahwasanya pupuk masih langka ditingkat petani”.

“Ditambahkan lagi peran pemerintah terhadap petani yang lahan pertaniannya terdampak cuaca ekstrim seperti yang terjadi pada petani tembakau kita yang ada di Kabupten Lombok Tengah dan Lombok Timur, dalam hal ini sudah sejauh mana pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat/petani kita”,tanya beliau.

Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian yang diwakilkan oleh Admin yang menangani pupuk di NTB menyampaikan secara umum kami tetap mengajukan kebutuhan pupuk di NTB sesuai rekomendasi Balitbang Pertanian sesuai rekomendasi yang ditetapkan dimasing-masing daerah dengan melakukan penginputan melalui e-alokasi, gimana e-alokasi ini penginputnya langsung per petani sehingga dari luas lahan yang dimiliki petani bisa ditentukan berapa jumlah pupuk subsidi yang didapatkan.

Selanjutnya terkait petani tembakau yang terdampak cuaca ekstrim hingga saat ini masih kami tunggu datanya dari masing-masing kabupaten, ucap Kabid. Perkebunan bapak Ahmad Ripa’i, S.P., M.Si. karena data yang disampaikan sebelumnya masih belum sama dengan data hasil sidak beberapa waktu lalu. Jadi kami masih menunggu data real agar kami bisa tindaklanjuti ke pusat. Sejauh ini kami sudah merespon beberapa kelompok tani yang terdampak cuaca ekstrim di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah, ada beberapa kelompok minta dibantu perajang tembakau untuk menyelamatkan tembakau yang tidak terkena dampak untuk meminimalisir kerugian yang dihadapi petani.

“Ditambahkan lagi, petani tembakau hingga saat ini belum termasuk petani yang tergolong dalam komoditi perkebunan untuk mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah terutamanya pupuk NPK dan KNO3 yang sangat dibutuhkan, selama ini petani tembakau mendapatkan subsidi harga pupuk dari DBHCT (Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau) itupun tidak besar jumlahnya dan selain bantuan langsung tunai sebagian juga nanti akan diarahkan ke biaya asuransi untuk petani tembakau, tapi ini sedang tahap pengkajian sehingga bisa bermanfaat untuk para petani khususnya petani tembakau. Dengan beberapa faktor yang dihadapi petani tembakau pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan tahun berikutnya sangat perlu diperjuangkan karena tembakau merupakan komoditi sebagai salah satu penyumbang cukai terbesar untuk negara dan masih sangat banyak bahan pemikiran untuk kami bisa disuarakan ke tingkat pusat melalui bapak dewan”, harap beliau.

Selain usulan terkait permasalahan di tembakau, komoditi Vanili juga menjadi perhatian untuk kedepannya karena untuk saat ini Vanili sudah menembus pasar Ekspor melalui kerja sama BI dengan berbagai negara, Vanili di NTB terkenal terbaik dengan Vanili Organiknya di seluruh Nusantara sehingga perlu adanya bantuan subsidi terkait Insektisida Organik dan Insektisida Nabati guna mendukung produksi yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *