Budidaya Tanaman Semusim (BTS)
Senin, 24 Juli 2023.
Saat ini kegiatan budidaya banyak menggunakan bahan kimia agar hasil yang didapatkan berlimpah. Residu akibat bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan lingkungan menjadi tercemar. Salah satu gerakan untuk tetap bisa menjaga kesehatan lingkungan adalah dengan cara mengurangi penggunaan bahan kimia tersebut. Baiknya petani mulai kembali menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan sehingga lingkungan pertanian bisa lebih terjaga kesehatannya.
Pestisida kimia dapat diubah menjadi pestisida biologi atau pestisida nabati. Pupuk juga dapat diubah dengan menggunakan pupuk hayati. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Harapan Baru yang berada di Desa Jembatan Gantung, Lembar. Kelompok tani ini menerapkan budidaya dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk lahan pertaniannya.

Penerapan budidaya secara organik ini pun tidak menyebabkan hasil tanaman menjadi berkurang. Bahkan dengan penerapan itu petani menjadi untung karena penghasilan yang meningkat. Sebelum penerapan budidaya secara organik, Kelompok Tani Harapan Baru mendapatkan hasil panen padi sebanyak 6,5 ton/Ha.
Namun setelah menerapkan budidaya organik, kelompok tersebut mendapatkan hasil panen sebanyak 8 ton/Ha. Kenaikan hasil panen yang didapatkan sangat terlihat. Selain itu, lingkukan lahan menjadi lebih sehat karena penerapan budidaya secara organik tersebut.
Oleh sebab itu, petani menjadi lebih tertarik untuk terus menerapkan budidaya secara organik sehingga bisa turut andil dalam melestarikan lingkungan.

