Berita

BERLANJUT ! GIAT BAPELTANBUN DALAM SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU DI KABUPATEN LOMBOK UTARA

Jumat, 27 September 2024 – Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Produksi dan Kualitas Tanaman Tembakau yang diselenggarakan oleh Kelompoktani Bedugul di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, kembali berlangsung dengan sukses pada hari ini. Sesi keempat ini dipandu oleh Tim Bapeltanbun Provinsi NTB, yang terdiri dari Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian, dan dihadiri oleh puluhan petani lokal yang antusias untuk memperdalam pengetahuan mereka mengenai teknik pertanian yang efektif.

Materi pembelajaran kali ini berfokus pada dua aspek penting, yaitu pemeliharaan dan pemupukan tanaman tembakau. Salah satu teknik utama yang diperkenalkan adalah topping, yaitu proses penghilangan tunas baru, bunga, dan pucuk daun yang dilakukan pada pagi hari. Metode ini bertujuan untuk menghentikan pengangkutan unsur hara menuju tunas yang tidak produktif, sehingga dapat meningkatkan ketebalan daun tembakau yang menjadi komoditas utama. Para peserta diajarkan cara melakukan topping pada tanaman yang sehat, agar hasilnya maksimal.

Setelah topping, peserta juga diperkenalkan dengan teknik “wiwilan,” yang lebih dikenal dengan istilah Suckering. Teknik ini melibatkan pemangkasan tunas-tunas yang muncul di ketiak daun, dengan tujuan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan daun yang lebih baik. Diharapkan, dengan penerapan metode ini, kualitas dan mutu tanaman tembakau yang dihasilkan akan meningkat secara signifikan.

Kegiatan praktik juga menjadi fokus dalam sesi ini. Para petani diberikan kesempatan untuk menerapkan langsung teknik yang telah diajarkan di lahan mereka yang sudah ditanami. Selain itu, penggantian tanaman yang mati dengan bibit baru juga dilakukan sebagai langkah untuk memastikan keberlangsungan produksi.

Kepala Tim Bapeltanbun Provinsi NTB, dalam sambutannya, menekankan pentingnya keterlibatan petani dalam setiap tahap pembelajaran. “Kami berharap melalui Sekolah Lapang ini, petani tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan Sekolah Lapang ini direncanakan akan berlanjut pada pertemuan berikutnya, di mana peserta akan mempelajari teknik-teknik lanjutan dalam budidaya tembakau. Dengan adanya program ini, diharapkan para petani di Lombok Utara dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian mereka, sehingga berkontribusi positif bagi perekonomian lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *