Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat
IMG-LOGO
Distanbun Prov. NTB

Cara Pembibitan Cokelat dari Biji

Admin - 2019-11-06 14:39:22
IMG

Pembibitan cokelat dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Secara generatif, Anda dapat melakukan pembibitan tanaman ini dengan menggunakan bijinya. Cara lainnya adalah dengan menggunakan teknik setek, okulasi, dan teknik sambung.

Pembibitan cokelat dari biji diawali dengan membebaskan biji dari pulp yang melekat. Pulp ini harus dihilangkan karena berpotensi sebagai media tumbuhnya jamur dan serangan semut. Kondisi tersebut akan membuat biji sangat rawan mengalami kerusakan.

Cara membersihkan biji cokelat dari pulp ada dua cara. Cara pertama adalah dengan menggosok biji dengan abu dapur. Anda juga dapat mengganti abu dapur ini dengan pasir. Sayangnya, cara ini memungkinkan biji cokelat mengalami kerusakan dan tidak bisa disemai.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan merendam biji dalam air kapur selama 20 menit. Kemudian, gosok perlahan biji cokelat tersebut hingga pulpnya hilang.

Sebelum disemaikan, sebaiknya lumuri dahulu biji ini dengan M-45. Tujuannya, agar biji ini bebas dari serangan jamur. Cara lain yang lebih alami adalah dengan menjemur biji cokelat tetapi tidak sampai benar-benar kering.

Bila sudah, buatlah bedengan dengan menggunakan pasir. Sebaiknya bedengan ini dibuat dari arah utara ke selatan untuk mengurangi sinar matahari. Biji kemudian ditanam tegak, bagian radikula berada di bawah.

Penanaman biji ini dilakukan dengan jarak 3—5 cm. Bedeng kemudian ditutup dengan goni. Hindari penggunaan plastik sebagai penutup bedengan ini karena plastik akan menahan air. Setelah ditutup goni, berikan air dengan cara disiram di atas goni.

Pada hari ke-4 atau ke-5, biji akan mulai tumbuh dan berkecambah. Biji yang belum berkecambah bisa ditunggu hingga 2—3 hari lagi. Bila sudah demikian, karung goni dapat dibuka dan lakukan penyemprotan insektisida untuk mencegah hama.

Bibit siap dipindahkan ke polibag pada usia 21 hari. Gunakan hanya bibit-bibit yang bagus, ditandai dengan daun hingga akar tidak mengalami perusakan. Pencabutan akar dilakukan dengan hati-hati dan sertakan sebagian pasir tersebut saat proses pencabutan.

Langkah berikutnya adalah pemeliharaan yang meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemberian insektisida dan fungisida. Penyiraman dilakukan di pagi dan sore hari. Penyemprotan insektisida dan fungisida dilakukan seminggu sekali.

Pemeliharaan bibit ini dilakukan hingga berumur 4—6 bulan. Bibit pun siap ditanam di lahan dan dibudidayakan secara komersial. Langkah budidaya ini dapat Anda telusuri di buku Budidaya Cokelat yang diterbitkan oleh Penerbit Penebar Swadaya.