ANJANGSANA PENYULUH BAPELTANBUN KE KECAMATAN SAKRA LOMBOK TIMUR
17 Oktober 2024 – Tim penyuluh dari Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) NTB yang berada di wilayah binaan Kabupaten Lombok Timur melaksanakan kunjungan ke UPT Penyuluhan Pertanian dan Perkebunan (UPTPP) Kecamatan Sakra. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas rapat koordinasi terkait pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Climate Smart Agriculture (CSA) serta monitoring Perluasan Areal Tanam (PAT).

Bimtek Climate Smart Agriculture (CSA)
Salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat tersebut adalah pelaksanaan Bimtek CSA yang rencananya akan dilaksanakan oleh Bapeltanbun NTB pada akhir Oktober 2024 di UPTPP Kecamatan Sakra. Bimtek ini akan diikuti oleh 25 orang petani yang merupakan perwakilan dari berbagai kelompok tani di wilayah Sakra. CSA atau Climate Smart Agriculture adalah sebuah pendekatan yang bertujuan untuk mentransformasi dan mengorientasi ulang sistem produksi pertanian agar mampu mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Selain itu, CSA juga memastikan ketahanan pangan tetap terjaga meskipun dalam kondisi perubahan iklim yang semakin kompleks.
Dalam pelaksanaan Bimtek ini, penyuluh berharap para petani yang berpartisipasi dapat mengalami peningkatan dalam tiga aspek utama, yaitu:
- Pengetahuan – Petani akan lebih memahami bagaimana perubahan iklim mempengaruhi usaha pertanian mereka, serta strategi untuk mengatasinya.
- Sikap – Diharapkan ada perubahan sikap dalam merespons tantangan yang dihadapi di sektor pertanian akibat perubahan iklim.
- Keterampilan – Petani diharapkan memperoleh keterampilan baru dalam mengimplementasikan teknik pertanian yang lebih adaptif dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Untuk mengukur keberhasilan pelatihan ini, Bapeltanbun NTB akan melakukan pretes dan post-tes kepada para peserta. Selain itu, evaluasi pasca Bimtek juga akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan hasil pelatihan.
Monitoring Perluasan Areal Tanam (PAT)
Selain Bimtek CSA, kunjungan ini juga membahas monitoring Perluasan Areal Tanam (PAT) yang sedang dilaksanakan di Kecamatan Sakra, khususnya di Desa Suangi. Di desa ini, Kelompoktani Gunung Berung telah membuka lahan baru seluas sekitar 1 hektar untuk program PAT. Program ini bertujuan untuk memperluas area produksi pertanian guna mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produksi pangan lokal di tengah tantangan perubahan iklim.
Penyuluh Pertanian Diminta Aktif di Media Sosial
Salah satu poin tambahan yang turut dibahas dalam kunjungan ini adalah tentang pentingnya para penyuluh pertanian untuk aktif di media sosial. Para penyuluh dihimbau untuk memanfaatkan berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, YouTube, WhatsApp Channel, hingga TikTok. Tujuannya adalah untuk menyebarkan informasi pertanian dan program-program pemerintah secara lebih luas kepada para petani dan masyarakat umum. Aktivitas “Like, Comment, Share” (LCS) di media sosial diharapkan dapat menjadi alat untuk memperkuat komunikasi dan partisipasi para petani serta masyarakat luas dalam mendukung program pertanian yang sedang berjalan.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Lombok Timur khususnya di Kecamatan Sakra bisa terus beradaptasi terhadap perubahan iklim, meningkatkan produktivitas, serta menjaga ketahanan pangan di masa depan.
