PRAKTIK LAPANGAN TEKNIS BUDIDAYA TERNAK LEBAH OLEH SISWA/I AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS SMKPPN MATARAM
Giat hari ini, Sabtu 25 Februari 2023. Siswa/i Agribisnis Ternak Unggas SMKPPN Mataram melakukan kunjungan praktik ke Kampung Lebah Murpeji Desa Geria Kec Lingsar Lombok Barat untuk belajar mengenai Teknis Budidaya Ternak Lebah dan Analisis Usaha Ternak Lebah Sekaligus melakukan promosi/sosialisasi SMKPPN Mataram ke Peternak.




Budidaya lebah atau apikultur merupakan usaha yang memiliki potensi tinggi untuk menghasilkan produk madu, propolis, royal jelly, dan lilin yang berkualitas tinggi. Selain itu, lebah juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan membantu proses polinasi tanaman.
Namun, seperti halnya usaha lainnya, budidaya lebah juga memiliki tantangan dan risiko yang harus dihadapi oleh peternak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam analisis usaha budidaya lebah antara lain:
1. Ketersediaan sumber pakan lebah: Salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya lebah adalah ketersediaan sumber pakan yang cukup baik itu nektar atau serbuk sari bunga. Sehingga dalam analisis usaha budidaya lebah, peternak perlu memperhatikan ketersediaan sumber pakan dan membuat strategi dalam mengatasi kekurangan pakan seperti mengalihkan koloni ke lokasi yang lebih baik.
2. Kondisi lingkungan: Kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban udara serta keberadaan serangga lainnya dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas lebah. Peternak perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar lokasi budidaya, serta memastikan bahwa koloni lebah terlindungi dari serangga atau hewan lain yang dapat mengganggu kegiatan budidaya lebah.
3. Pengendalian penyakit dan hama: Lebah dapat terserang oleh berbagai penyakit dan hama, seperti varroa mite, nosema, dan foulbrood. Oleh karena itu, peternak perlu melakukan pengendalian penyakit dan hama dengan menggunakan teknik yang tepat, seperti pemakaian obat-obatan atau penggunaan metode pengendalian organik.
4. Modal awal: Budidaya lebah memerlukan modal awal yang cukup besar, seperti untuk membeli kotak lebah, sarang lebah, dan perlengkapan lainnya. Peternak juga perlu memperhitungkan biaya untuk sumber pakan, obat-obatan, dan perlengkapan tambahan yang mungkin dibutuhkan.
5. Pasar: Sebelum memulai usaha budidaya lebah, peternak perlu melakukan riset pasar untuk mengetahui potensi pasar dan permintaan terhadap produk lebah, seperti madu dan propolis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa usaha budidaya lebah dapat menghasilkan keuntungan yang cukup.
Dalam analisis usaha budidaya lebah, peternak perlu memperhatikan semua faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha, dan membuat strategi yang tepat untuk mengatasi tantangan yang ada. Selain itu, peternak juga perlu terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam bidang apikultur untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi lebah. Dalam kunjungan praktik ini, siswa/i di dampingi oleh Guru Pembimbing Nufus Mutmainnah,S.Pt dan Dian Octaviana Said, S.Pt.,MSi .
