Berita

NTB Ikuti Tasyukuran Swasembada Pangan Nasional Secara Daring, Gubernur Tekankan Program Pro-Petani Berbuah Nyata.

Lombok Barat — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Eva Dewiyani, S.P., mendampingi Gubernur NTB mengikuti Tasyukuran Swasembada Pangan Nasional secara daring yang dilaksanakan di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan tasyukuran ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dipusatkan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, serta dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Acara tersebut menjadi momentum nasional untuk mensyukuri capaian swasembada pangan sekaligus memperkuat komitmen keberlanjutan sektor pertanian.

Di Desa Banyu Urip, kegiatan dihadiri oleh Gubernur NTB, Wakil Bupati Lombok Barat, Danrem 162/Wira Bhakti, Kapolda NTB, serta jajaran perangkat daerah dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah pusat yang dinilai berpihak pada petani dan berdampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Ia menegaskan bahwa berbagai program strategis, seperti Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan revitalisasi irigasi sekunder, telah meningkatkan intensitas tanam dan memperbaiki kesejahteraan petani.

“Setelah belasan tahun, kini petani kita kembali bisa melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Ini tidak terlepas dari perbaikan sistem irigasi dan kemudahan akses sarana produksi pertanian,” ujar Gubernur.

Gubernur juga memaparkan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) di NTB yang terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024 NTP tercatat sebesar 123, meningkat menjadi 128 pada pertengahan 2025, dan mencapai 131 di akhir tahun. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya pendapatan petani seiring menurunnya biaya produksi, terutama berkat ketersediaan air dan pupuk yang semakin lancar.

Namun demikian, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak petani dan pemerintah desa untuk bersama-sama merawat jaringan irigasi yang telah direvitalisasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Desa Banyu Urip sebagai desa binaan agar program pertanian dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi kita. Dengan dukungan program pemerintah provinsi dan pusat, kami berharap kesejahteraan petani Lombok Barat terus meningkat,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda NTB berbagi pengalaman masa kecilnya yang tumbuh di lingkungan pertanian. Ia menekankan pentingnya etos kerja, kemandirian, serta pemanfaatan sumber daya yang ada. Menurutnya, dukungan pemerintah saat ini, seperti pompanisasi dan bantuan sarana produksi, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk di musim kemarau.

Kegiatan tasyukuran ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI–Polri, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan petani yang sejahtera dan pertanian yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *