Berita

GASPOLL !! MENINGKATKAN KAPASITAS BAPELTANBUN MENGADAKAN BIMTEK CLIMATE SMART AGRICULTURE

Dalam upaya peningkatan kapasitas Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB menyelenggarakan Bimbingan Teknis Climate Smart Agriculture (CSA) dari tanggal 23 – 25 Oktober 2024 bertempat di Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) NTB Kegiatan Bimtek CSA berlangsung selama tiga hari yang secara langsung dibuka oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB (M. Decki Iskandar, S.Si.,MM).
Climate Smart Agriculture (CSA) adalah suatu pendekatan yang mentransformasikan dan mengorientasi ulang sistem produksi pertanian dan rantai nilai pangan sehingga mampu mendukung pertanian berkelanjutan dan dapat memastikan ketahanan pangan dalam kondisi perubahan iklim.

Kegiatan Bimtek CSA menghadirkan narasumber langsung dari Balai Pengujian Standar Instrumen Lingkungan Pertanian Pati Jawa Tengah yaitu Baiq Nunung Sulastri S.Si., M.Si dan Edi Supraptomo, S.ST.
Pada pembelajaran hari pertama narasumber memaparkan tentang Inovasi Teknologi Pertanian Rendah Karbon vio Zoom Meeting oleh Ali Pramono, SP. M. Biotech dalam mengenal lebih jauh aktivitas pertanian dalam menyumbang Emisi Gas Rumah Kaca serta Mitigasi nya.

Dilanjutkan pemaparan dari Baiq Nunung Sulastri S.Si., M.Si dan Edi Supraptomo, S.ST. dengan materi (a). Bahan Organik dan Pembenah Tanah; (b). Pengelolaan Hama Terpadu dan Pembuatan Biopestisida; (c). Status Cemaran Residu Bahan Agrokimia dan Teknologi Penanggulangannya, (d). Pertanian Ramah Lingkungan.
Setelah pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab
Dihari kedua, dilanjutkan dengan 4 materi praktik langsung yaitu

(a). Pembuatan Pupuk Kompos dengan bahan pupuk kandang, seresah (dedaunan kering), EM4 (sudah aktif), Dedak, Kapur Pertanian.
(b). Pembuatan alat AWD (Alternate Wetting and Drying) adalah salah satu metode pengelolaan pengairan sawah berselang yang dapat diukur secara praktis menggunakan pipa paralon ukuran 3 inch.
(c). Pembuatan biopestisida dengan bahan daun mimba, daun mahoni, kunyit serta urine sapi
(d). Seleksi benih padi menggunakan larutan garam untuk mendapatkan benih yang bernas dan kualitas baik
Hari ketiga, diskusi mengenai materi yang telah di dapatkan baik secara teori dan praktik bersama narasumber.
Dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis ini kedepannya mampu meningkatkan kapasitas pegawai Bapeltanbun NTB terutama Widyaiswara dan Penyuluh ketika turun ke lapangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *