TETAP BERLANJUT !! GIAT WIDYAISWARA DAN PENYULUH BAPELTANBUN DALAM SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Senin, 23 September 2024 – Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Peningkatan Produksi dan Kualitas Tanaman Tembakau yang dilaksanakan di Kelompoktani Banjar Mundah, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, telah memasuki pembelajaran ke-5. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada petani mengenai teknik-teknik modern dalam budidaya tanaman tembakau.

Pada sesi kali ini, tim dari Bapeltanbun Provinsi NTB yang terdiri dari Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian hadir untuk menyampaikan materi penting tentang Topping dan Suckering. Materi ini sangat relevan bagi para petani, mengingat teknik-teknik ini dapat meningkatkan produksi dan kualitas tanaman tembakau secara signifikan.
- Topping: Kegiatan ini merupakan proses pembuangan tunas baru, bunga, atau pucuk daun yang bertujuan untuk menghentikan pengangkutan unsur hara ke bagian yang tidak perlu, sehingga lebih banyak nutrisi dapat disalurkan untuk meningkatkan ketebalan daun. Topping dilakukan pada umur tanaman 60-70 hari setelah tanam (HST), dengan mempertimbangkan kondisi tanaman. Proses ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk menjaga kesehatan tanaman dan memastikan hasil yang optimal.
- Suckering: Setelah proses topping, tunas-tunas baru dari ketiak daun, yang dikenal sebagai “wiwilan”, juga perlu dihilangkan. Proses pemangkasan ini berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan daun, serta meningkatkan kualitas dan mutu tanaman tembakau. Penekanan pada waktu pemangkasan sangat penting; tindakan ini harus dilakukan saat muncul bonggol bunga. Penundaan dalam pemangkasan dapat menyebabkan penurunan berat dan kualitas, termasuk kadar nikotin, gula, dan alkaloid.

Setelah penjelasan teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai topping dan suckering. Para peserta diajarkan teknik-teknik ini secara langsung di lapangan, sehingga mereka dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan lebih baik. Praktik ini juga mencakup penyiangan pada persemaian tanaman tembakau, yang bertujuan untuk menjaga kebersihan lahan dan mencegah gangguan dari hama serta penyakit.

Kegiatan Sekolah Lapang ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan para petani tentang teknik budidaya tembakau, tetapi juga dapat berkontribusi pada peningkatan hasil pertanian di daerah tersebut. Dengan penerapan teknik yang tepat, diharapkan kualitas tanaman tembakau yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran, meningkatkan kesejahteraan para petani, dan memperkuat perekonomian lokal.
