Berita

KEPALA BAPELTANBUN MENGIKUTI TANAM PADI BERSAMA MENDUKUNG PERLUASAN AREAL TANAM DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Selasa, 3 September 2024 – Kepala Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan NTB, M. Decki Iskandar, S.Si., MM, menghadiri acara Tanam Padi Bersama sebagai bagian dari upaya mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT) di lokasi Demonstrasi Farming (Demfarm) yang memfokuskan pada penerapan standar budidaya padi melalui Pompanisasi dan Irigasi Perpompaan (IRPOM). Kegiatan ini diadakan di Kelompok Tani Maju Bersama, Kelurahan Semayan, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk perwakilan petani dari Kecamatan Praya dan Praya Tengah, Penyuluh Pertanian Provinsi, Kabupaten, serta Penyuluh lapangan. Kehadiran Kepala BSIP Sumber Daya Lahan Pertanian (BSIP-SDLP) Asbianto, SP, MT, selaku Penanggungjawab Satgas Darurat Pangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah beserta jajaran, serta Kepala BSIP NTB dan tim satgas darurat pangan NTB, menandai komitmen serius terhadap program PAT.

Dalam arahannya, Asbianto menekankan pentingnya upaya perluasan areal tanam untuk menghindari krisis pangan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 58 negara yang mengalami krisis pangan, dan upaya PAT bertujuan agar Indonesia tidak menjadi negara ke-59 yang mengalami hal serupa. “Jangan sampai Indonesia menjadi Negara ke-59 yang mengalami krisis pangan,” ujarnya dengan tegas.

Asbianto juga menjelaskan dua faktor utama yang menyebabkan krisis pangan: perubahan iklim global, termasuk fenomena El Nino dan La Nina, serta tingginya alih fungsi lahan pertanian untuk kebutuhan pemukiman dan infrastruktur. Menurutnya, NTB mengalami iklim kering selama 8 bulan dan basah selama 4 bulan, dan laju alih fungsi lahan mencapai 8-10% setiap tahun. “Laju alih fungsi lahan yang tinggi pasti akan mengurangi lahan baku pertanian,” jelasnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan program pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk meningkatkan areal tanam di NTB serta melakukan penyelamatan tanaman standing crop. “Pokonya Gasss poool PATnya,” tambah Asbianto dengan semangat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Ir. Kamrin, menyampaikan bahwa program PAT merupakan respons terhadap perubahan iklim dan upaya memastikan cadangan pangan nasional tetap terjaga. Ia mencatat bahwa NTB, yang dulunya merupakan daerah kekurangan pangan, kini menjadi salah satu penyangga pangan nasional. “PAT harus dikerjakan bersama-sama dengan semangat serta dengan niat ibadah,” pesan Ir. Kamrin.

Kepala BSIP NTB, Dr. Awaludin Hipi, M.Si., menutup acara dengan harapan agar pengurus dan anggota kelompok tani mempercepat tanam melalui program Pompanisasi. Ia menganjurkan penggunaan varietas unggul seperti Inpari Pajajaran dan Inpari Cakrabuana Agritan yang memiliki waktu panen cepat, serta sistem tanam jajar legowo untuk memaksimalkan populasi tanaman. “Lakukan Pengendalian OPT, khususnya burung dan tikus, serta gunakan pupuk organik dan berimbang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *