PENYULUH BAPELTANBUN MENGIKUTI TRAINING OF TRAINER (TOT) APLIKASI DIGITAL PROGRAM ICARE NTB
Dalam rangka meningkatkan kapasitas penyuluh dan petugas lapang dalam usaha bisnis di bidang pertanian dan peternakan, terutama jagung, Penyuluh Bapeltanbun (Ibrahim, SP, dan Nurmalinda Rurianti, SP) mengikuti Training of Trainer (TOT) Aplikasi Digital yang mendukung usaha tani jagung. Acara ini merupakan bagian dari Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) dan berlangsung di Hotel Montana Oceanside, Mandalika, Lombok Tengah, pada 31 Juli – 01 Agustus 2024.

Training of Trainer ini diselenggarakan oleh BSIP NTB dengan tujuan memperkenalkan aplikasi Siaptanam.id. Aplikasi ini dikembangkan oleh Pusat BSIP-Agroklimat dan Hidrologi-Bogor untuk membantu perhitungan kebutuhan air tanaman pangan. TOT ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Ir. M. Kamrin, yang dalam sambutannya mengapresiasi dan berterima kasih kepada BSIP NTB. Beliau berharap para peserta mengikuti TOT dengan serius dan aktif agar dapat menguasai ilmu dan pengetahuan yang berguna untuk membimbing petani dan petugas lainnya.

Fasilitator dari BSIP menjelaskan bahwa aplikasi Siaptanam.id merupakan hasil evaluasi dan pengembangan dari sistem informasi kalender tanam (SI KATAM) yang diperkaya dengan pendekatan neraca air. Sistem ini menyediakan informasi mengenai kondisi musim tanam yang akan datang serta potensi sumber daya air. Selain itu, narasumber juga menjelaskan tentang perhitungan kebutuhan air untuk tanaman. Peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga diminta untuk mempraktikkan perhitungan kebutuhan air tanaman berdasarkan data curah hujan, suhu, dan keadaan fenologi tanaman.

Selama praktek penggunaan aplikasi Siaptanam.id, peserta juga diminta memberikan masukan terkait data dan rekomendasi dari aplikasi tersebut untuk penyempurnaan dan pengembangan lebih lanjut. Dengan adanya TOT ini, diharapkan para penyuluh dan petugas lapang dapat lebih efektif dalam mendukung usaha tani jagung di Lombok Tengah, serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di daerah tersebut.
