Mahasiswa Universitas Nahdatul Wathan Mataram melakukan Praktik Penghitungan Jumlah Spora Jamur.
Jumat, 21 Juli 2023.
Mahasiswa Universitas Nahdatul Wathan Mataram sedang melakukan praktik penghitungan jumlah spora jamur Trichoderma menggunakan Haemocytometer dengan metode DMC (Direct Microskopis Count). Haemocytometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menghitung jumlah sel atau partikel yang ada dalam suatu sampel biologi, termasuk spora.
Tujuan utama menghitung spora dengan haemocytometer adalah untuk menentukan konsentrasi spora dalam suatu larutan atau sampel.

Beberapa contoh aplikasi penghitungan spora dengan haemocytometer meliputi:
Analisis kualitas spora: Dalam pertanian atau mikologi (ilmu tentang jamur), haemocytometer dapat digunakan untuk menghitung jumlah spora yang ada dalam sampel. Informasi ini membantu menilai kualitas spora, yang dapat penting dalam produksi jamur atau pengendalian penyakit tanaman.
Penelitian mikrobiologi: Dalam penelitian mikrobiologi, haemocytometer dapat digunakan untuk menghitung jumlah spora mikroorganisme, seperti bakteri atau jamur. Informasi ini dapat membantu dalam studi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme.
Pemantauan kultur sel: Dalam bidang bioteknologi atau biologi sel, haemocytometer dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi sel dalam kultur sel, termasuk spora mikroorganisme yang terkait.
Penentuan efisiensi sterilisasi: Dalam industri farmasi atau sterilisasi, haemocytometer dapat digunakan untuk menghitung jumlah spora yang selamat setelah proses sterilisasi. Hal ini penting untuk menilai efisiensi sterilisasi dan keamanan produk.

